Minggu, 30 September 2007

Islam Garis Lurus

Mikirin hadits nabi yang nyebutin nanti, ummatnya akan menjadi banyak golongan, 73 golongan! 72 masuk neraka, sesat, dan hanya satu yang benar, dan masuk surga saya selalu gelisahHadits ini tidak jaranng dijadikan dasar untuk gontok-gontokan sesama muslim.Dari berpuluh golongan yang da saat ini, tidak ada satupun yang mau diklasifikasikan yang 72 golongan itu, yang masuk neraka itu, mereka semua mengklaim golongannya adalah golongan yang satu itu, yang akan selamat. Namun yang sering merisaukan saya, klaim “paling benar” pada golongannya itu menimbulkan masalah yang tidak sehat dalam kehidupan ummat Islam.
Tidak jarang, golongan yang “paling benar” itu akhirnya menyesat2kan golongan lain yang berbeda dengannya. Eksklusivisme lahir, bukan hanya sebatas menyesat2kan, bahkan kemudian terjadi kekerasan, penggerebekan, pembakaran, yang mengatasnamakan “kebenaran”, menegakkan yang ma’ruf dan menghancurkan yang “sesat”! benar menurut golongannya, dan sesat menurut golongannya.Menurut saya, ini semua terjadi, akibat terlalu menghendaki islam dalam satu penafsiran saja, tidak membiarkan ia berkembang bersama ummat, terus hidup dan penuh gairah sejalan dengan perkembangan yang tak pernah berhenti.
Saya sering bertanya, apakah benar kebenaran itu ada hanya dalam satu golongan, dalam satu lingkaran saja? Menurut saya tidak! Karena pemahaman kebenaran yang tunggal seperti itu, akan menimbulkan kekacauan dalam kehidupan ini, seperti yang sudah terjadi.Dan disini saya ingin menyampaikan unek-unek saya, dan fikiran saya tentang kebenaran itu, semoga Allah menunjukinya!Saya mengandaikan kebenaran Allah itu merupakan satu titik tunggal, yaitu, islam itu, atau apa yang terkandung dalam Al Quran. Kemudian, kebenaran yang diklaim oleh golongan apapun atau siapapun, hanyalah penafsiran atas satu titik itu saja. Penafsiran itu membentuk lingkaran yang mengelilingi titik itu. Dan karena banyaknya penafsiran, maka banyak pula lingkaran2 yang mengelilingi titik itu.
Lalu dimana letak kebenaran itu, apakah pada satu lingkaran yang jaraknya terdekat dengan titik itu? Menurut saya bukan. Tapi kebenaran itu berupa garis lurus yang menghubungkan semua lingkran tersebut. Untuk memperjelasnya, saya membayangkan papan target panahan yang punya banyak lingkaran itu, hitam, putih, dan diatas papan itu, saya menarik satu garis lurus yang berangkat dari satu titik ditengah, kemudian melalui semua lingkaran yang mengelilinginya. Dan itulah kebenaran.
Jadi menurut saya, kebenaran itu milik siapapun dan golongan apapun, yang menjalankan apa yang ia yakini (golongannya), namun tidak menafikkan kebenaran atas golongan lain.Jadi, semua golongan benar? Tidak juga, tapi ada yang benar, atau bisa benar!Bisa jadi saya memahami peppecahan golongan itu hanya ada 72 saja, yang satunya, adalah himpunan dari 72 golongan itu, yang bertoleransi, saling menghargai, bekerja sama, dan jika berbeda, maka perbedaan mereka adalah dalam rangka watawa shaubil haq, dan tawa shaubishshabr!Wallahu a’lam!

0 komentar: